Peran Jepang dalam Membangun Museum Agung Mesir - HadaCircle

Jumat, Mei 05, 2017

Peran Jepang dalam Membangun Museum Agung Mesir

Peran Jepang dalam Membangun Museum Agung Mesir - Sebuah proyek nasional berskala besar untuk membangun Museum Agung Mesir tengah berjalan. Jepang tidak hanya menyokong proyek tersebut secara pendanaan namun juga menyediakan keahlian teknis dalam bidang restorasi aset kebudayaan. Tinjauan hari ini akan menyimak penjelasan Dr. Tarek Tawfik, Penyelia Umum proyek museum tersebut, mengenai latar belakang serta tantangan proyek tersebut. Tinjauan ini pernah disiarkan pada 31 Oktober 2016.

Media Nusantara Berkemajuan

Tarek Tawfik mengatakan, Museum Mesir di pusat kota Kairo sudah penuh akan artefak yang dikumpulkan selama penggalian yang telah dilakukan di Mesir dalam beberapa dekade terakhir. Museumnya lebih mirip seperti gudang daripada fasilitas arkeologis. Inilah mengapa diperlukan museum yang lebih besar yang memiliki penyajian yang lebih menarik. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menciptakan fasilitas kebudayaan komprehensif dengan kesadaran arkeologis. Museum baru ini juga ditujukan menjadi tempat hiburan yang menawarkan pengalaman istimewa dengan metode presentasi inovatif guna menarik wisatawan dari seluruh dunia dan mendorong perekonomian negara.

Karena museum barunya berlokasi hanya 2 kilometer dari Piramida Giza, pengunjung dapat menikmati pemandangan spektakuler reruntuhan kuno. Museum ini meliputi area total 491.000 meter persegi, termasuk taman, serta akan menampilkan 100.000 artefak, yang mana 30.000 di antaranya akan ditampilkan bagi masyarakat umum untuk pertama kalinya.

Tarek Tawfik mengatakan ada kerja sama erat dengan Jepang dalam bidang restorasi monumen dan mengajarkan para arkeolog Mesir cara untuk mengemas dan mengirim artefak dengan aman dan modern. Misalnya, untuk mengirim sebuah patung sangat besar dengan tinggi hingga 4 meter, maka patungnya harus dimiringkan baru kemudian dimuat ke truk atau mobil khusus. Cara untuk mendistribusikan berat antara beberapa kendaraan yang terlibat dalam pengiriman dari lokasi penggalian ke museum, juga adalah tantangan yang cukup besar. Teknologi Jepang juga membantu dalam bidang teknologi audio dan visual. Teknologi itu akan dipergunakan bagi pameran di dalam museum dan akan membantu para pengunjung selalu mendapatkan informasi dengan cara yang lebih interaktif daripada yang pernah ada. Museum Agung Mesir akan menjadi museum abad ke-21. Maka itu, para pakar yang akan dilatih dan dipekerjakan berasal dari seluruh kawasan, termasuk negara-negara Afrika dan Teluk, di mana diperlukan arkeolog yang berkualifikasi. Melalui kerja sama dengan museum-museum di negara-negara tetangga, pihaknya berharap fasilitas baru ini akan menjadi pusat restorasi kebudayaan di seluruh wilayah tersebut.
Comments


EmoticonEmoticon