Praktik Moderat dan Toleransi

Praktik Moderat dan Toleransi - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saiq Aqil Siroj mengatakan, banyak kiai yang menyampaikan materi toleransi (tasammuh) dan moderasi (tawassuth) pada ceramah-ceramah di panggung. Namun, menurut Kiai Said, tidak sedikit dari mereka yang pintar menyampaikan, namun kurang bisa mengamalkan.

Said Aqil Siroj

“Banyak yang bicara tentang tawassuth dan tasammuh. Tetapi saat bertemu dengan non-Muslim menjadi sebaliknya,” kata Kiai Said saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) dan Hari Lahir Lakpesdam PBNU di Jakarta, Selasa (18/4).

Kiai Said menjelaskan, seseorang akan memiliki sikap moderat jika ia memiliki wawasan keilmuan yang luas dan kecerdasan. “Tidak mungkin tawassuth kalau tidak memiliki wawasan keilmuan,” jelas Kiai Said. 

Maka dari itu, ia meminta Nahdliyin agar terus belajar dan mengoptimalkan kecerdasan yang dimilikinya. 

Adapun untuk menerapkan sikap toleran, terang Kiai Said, seseorang harus memiliki akhlak dan jiwa yang besar dalam menerima setiap perbedaan. Baginya, jika seseorang tidak memiliki akhlak yang baik maka ia akan susah menerapkan toleransi. “Tanpa memiliki akhlak karimah, tidak bisa tasammuh,” jelasnya.

“Kita mau tasammuh, harus memiliki jiwa yang besar. Belajar dari perbedaan cara berpikir, beda agama, suku, dan lainnya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Kiai Said mendorong kepada seluruh Nahdliyin untuk bisa menerapkan sikap moderat dan toleran agar persaudaraan antarumat Islam, persaudaraan antarwarga negara Indonesia, dan bahkan persaudaraan antarumat manusia bisa terjalin dengan baik.

“Agenda besar kita adalah bukan hanya menguatkan ukhuwah islamiyah, tetapi juga menguatkan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan antarwarga negara) dan bahkan ukhuwah insaniyah (persaudaraan antarumat manusia),” pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Al Tsaqofah itu.

0 komentar

Posting Komentar