Info Wisata Artistik di Roppongi, Tokyo - HadaCircle

Minggu, Mei 07, 2017

Info Wisata Artistik di Roppongi, Tokyo

Roppongi yang Artistik - Seorang ilustrator asal Thailand yang kini tengah kuliah di sebuah universitas di Jepang memperkenalkan tempat-tempat menarik di Roppongi yang bisa dinikmati di siang hari.

Roppongi

Reporter Phayoon Worachananan

Pusat Seni Nasional Tokyo

Museum seni yang pertama kali dilihat Yoon sebelum dibuka tahun 2007 itu terdiri dari tiga lantai dan seluruh dinding luarnya terbuat dari kaca. Dinding kaca itu bergelombang layaknya ombak.

Pusat Seni Nasional Tokyo

Ruang pamerannya kelas dunia, luasnya dua kali lapangan sepak bola! Museum ini tidak memiliki koleksi sendiri tetapi menggelar berbagai pameran dari beragam karya seni dari seluruh dunia untuk memberi kesempatan orang-orang melihat langsung karya-karya seniman terkenal.

Yoon:
"Satu tempat yang pasti saya kunjungi ketika saya datang ke sini adalah toko cideramata museum yang terletak di lantai satu bawah tanah. Toko itu menjual berbagai barang yang dirancang oleh para seniman."

Yoon sering membeli vas bunga sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di Thailand. Vas bunga itu terbuat dari plastik… plastik tipis dengan lubang di atasnya untuk menuang air ke dalamnya. Vas itu melebar dengan alami pada bagian dasarnya dan karena itu bisa berdiri.

Yoon, seorang ilustrator yang tengah belajar desain di Tokyo

Ia pernah menangani sampul majalah-majalah terkenal dan iklan perusahaan-perusahaan besar di Thailand. Ia datang ke Jepang lima tahun lalu untuk semakin mengasah keterampilannya dan sekarang mempelajari desain grafis di sebuah universitas seni di Tokyo.

Ia gemar mengeksplorasi Tokyo pada saat liburan dan telah menulis buku panduan wisata Tokyo dalam bahasa Thailand dua tahun lalu. Buku-buku itu memuat tempat-tempat seni terkini dan juga gedung-gedung, tempat kuliner, berbagai toko dan lain sebagainya yang terutama Yoon sukai.

Yoon:
"Tempat berikutnya adalah sebuah museum seni di mana kita bisa belajar desain. Gedungnya sendiri sangat mencolok dan menarik."

Gedung ini dirancang oleh Tadao Ando, salah seorang arsitek terkenal Jepang. Gedung ini sangat rendah, hanya terdiri dari satu lantai dan satu lantai bawah tanah. Gedung ini beratap baja melengkung yang panjangnya 50 meter.

21-21 Design Sight

Ini disebut 21-21 Design Sight, sebuah museum desain yang dirancang oleh Issey Miyake dan perancang mancanegara asal Jepang lainnya.

Petugas humas:
"Mungkin separuh dari pengunjung kami adalah warga asing. Tidak ada tempat lain di mana kita bisa melihat barang-barang desain ditampilkan bersamaan sebanyak ini. Sepertinya banyak orang mengidentikkan Jepang dengan arsitektur dan desain."

Pada hari Yoon berkunjung kali ini, digelar pameran khusus karya-karya dua perancang terkemuka Jepang dan Italia. Perancang Jepang adalah Shiro Kuramata.

Roppongi

Yoon:
"Ini karya yang paling saya suka. Sangat orisinil… rasanya mawar-mawar itu dibekukan dan tetap pada kondisinya yang paling indah. Saya merinding waktu pertama kali melihatnya."

Roppongi hasil goresan Yoon

Orang-orang mengira Roppongi adalah kawasan yang hingar-bingar tetapi sebenarnya di Roppongi juga ada tempat-tempat yang tenang. Kekontrasan Tokyo inilah yang paling saya suka. Jadi, kalau Anda berkesempatan datang ke Tokyo, jangan lupa kunjungi juga Roppongi!"

Ilustrasi karya pemandu kita Yoon
Judul: Kontras

Seorang pemuda yang mengenakan pakaian tradisional Jepang kimono dengan gaya modern, diam-diam menaiki eskalator di Roppongi. Yoon adalah seorang ilustrator yang menyampaikan pesan dengan menggambar seseorang atau orang banyak. Ia menggambar ilustrasi ini dengan kesan bahwa Roppongi dipenuhi dengan kekontrasan, seperti "Timur dan Barat", "lama dan baru" juga "sibuk dan tenang".

Gula-gula sebagai seni - Minum teh bersama gula-gula Jepang

"Jika Anda letih berjalan, ayo kita beristirahat di toko gula-gula tradisional bernama Toraya. Toko ini sudah berdiri sejak 400 tahun lalu."

Gula-gula Jepang terbuat dari bahan-bahan seperti kacang merah (adzuki), tepung beras serta gula dan rasanya tidak terlalu manis. Gula-gula ini populer di kalangan wanita muda yang khawatir akan asupan kalori.

Yoon memesan dua jenis gula-gula dan teh hijau bubuk. Bubuk itu diencerkan dengan air panas untuk membuat minuman teh hijau. Agak pahit rasanya. Sebagian gula-gula berbentuk layaknya tumbuhan atau binatang untuk mencerminkan setiap musim. Kabarnya toko ini menggunakan sekitar 3.000 resep.

"Lezat sekali. Aroma tehnya juga wangi kalau kita memakannya setelah makan yang manis-manis. Tehnya pahit… tapi enak. Saya selalu mengajak teman-teman saya untuk mencoba gula-gula tradisional ini saat mereka datang ke Jepang… karena rasa ini hanya bisa dinikmati di Jepang."
Akses

Waktu tempuh dengan kereta dari Bandara Narita adalah satu setengah jam. Bila menggunakan kereta bawah tanah, Anda bisa turun di stasiun Roppongi pada jalur Toei Ooedo atau jalur Hibiya Tokyo Metro.

Lihat peta lebih rinci

Roppongi
Comments


EmoticonEmoticon