Budaya Unik dan Menarik di Pulau Sado, Niigata - HadaCircle

Sabtu, Mei 13, 2017

Budaya Unik dan Menarik di Pulau Sado, Niigata

Budaya Unik dan Menarik di Pulau Sado, Niigata - Budaya Unik dan Menarik Pulau Terpencil, Sado di Provinsi Niigata.

Penyiar siaran bahasa Bengali, Refat Ali akan memperkenalkan budaya unik Pulau Sado. Pulau ini pernah makmur karena merupakan penghasil emas dan perak terbesar di Jepang.

Reporter Refat Ali

Sado, Pulau Pengasingan

Pulau Sado terletak sekitar 45 km sebelah barat kota Niigata, ibu kota Provinsi Niigata.
Pulau terpencil ini memiliki luas lahan sekitar 855 kilometer persegi, 50 persen lebih besar dibandingkan total 23 distrik Tokyo.

Pulau Sado
Pulau Sado

Pulau ini menjadi tempat orang-orang dibuang pada abad ke-8. Sebagian orang-orang yang diasingkan ini adalah orang-orang terpandang, intelektual dan keluarga bangsawan, yang terjebak dalam konflik politik.
Mereka membangun fondasi budaya Sado.

Kuil Myosen Kuil Myosen

Kuil Myosen, terkenal akan pagoda lima tingkatnya. Katanya pagoda ini didirikan pada waktu asisten seorang biksu terkenal (Nichiren) yang diasingkan ke pulau ini menjadikan rumahnya sebagai kuil.

Tradisi Noh Masih Dijunjung Tinggi

Pertama Refat mengunjungi Kuil Daizen, panggung kayu pentas Noh yang tertua di Sado.
Pada dinding latar belakang panggungnya terdapat gambar sebuah pohon pinus dengan matahari di baliknya.

Kuil Daizen Kuil Daizen

Katanya, di Sado, Noh itu bukan untuk ditonton tapi dipraktekkan, jadi Refat meminta Toshihiro Kondo untuk mengajarkannya tampil di atas panggung.

Topeng Noh Topeng Noh

Topeng Noh dapat menampilkan ekspresi yang berbeda-beda.
Ketika menoleh ke bawah, topengnya terlihat sedih dan ketika pemainnya menempatkan tangannya di depan wajah topengnya seolah-olah menangis.

Gali Emas di Sini!

Ini adalah sisa-sisa tambang emas. Sebuah lorong tambang mengakibatkan terbentuknya celah di gunung ini.
Eksploitasi skala penuh tambang-tambang ini dimulai pada tahun 1601.

Lokasi Tambang Emas Pulau Sado Lokasi Tambang Emas Pulau Sado

Di sini terdapat sekitar 70 boneka yang dapat bergerak, terlihat seperti para penambang sungguhan. Suasana tambang emas yang sibuk diciptakan kembali.

Lokasi Tambang Emas Pulau Sado

Di Taman Emas Nishimikawa ini para pengunjung dipersilakan mencari emas sendiri.
Refat tampak sangat serius mencari emas dan terus berusaha keras tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Nishimikawa

Tradisi Memancing dari Perahu Tong

Fukaura adalah sebuah desa pesisir yang kecil dengan rumah-rumah penduduk yang berdempetan. Sejak lama masyarakat di sini tinggal berdekatan seperti ini.

Fukaura
Fukaura

Nelayan secara tradisional menggunakan perahu-perahu yang disebut "taraibune" ini.
Keuntungannya adalah perahu ini bisa masuk ke dalam sela-sela yang sempit.

Taraibune
Taraibune

Shigeji Kikuchi mencari rumput laut dengan melihat ke dalam air melalui kotak yang didasarnya dipasangi kaca.

Sado

Ia menggunakan batang bambu yang panjangnya 4 meter yang diberi pisau pemotong di ujungnya.

Makanan Selamat Datang

Karena Sado dikelilingi laut, di sini tersedia berbagai jenis rumput laut. Rumput laut kering sejak lama dijadikan sebagai makanan yang tahan lama.

Arame, sejenis rumput laut, disajikan dalam berbagai acara khusus di Sado, di mana orang-orang berkumpul. Misalnya, hidangan "arame no itamemono" yaitu arame yang dimasak bersama sayuran.

Arame Arame

Refat:
"Enak sekali, agak mirip dengan masakan buatan ibu saya."

Akses

Dari Tokyo menuju Sado, pertama kita naik kereta kecepatan tinggi shinkansen dengan waktu tempuh dua jam, lalu naik kapal cepat atau kapal feri menyebrangi laut ke pulau itu.

Lihat peta lebih rinci

Sado
Comments


EmoticonEmoticon