Pakaian dalam Sudut Pandang Islam

Pakaian dalam bahasa al-Qur’an itu adalah libâs yang artinya penutup. Penutup ini bisa bermacam-macam. Fungsi utama pakaian adalah menutup; bisa jadi menutup yang buruk, bisa menutup yang rawan, bisa juga menutup sesuatu dalam rangka memperlihatkan keindahan.

Al-Qur'an Tentang Konsep Pakaian dalam Islam

Bismillahirrahmanirrahim

Pakaian dalam bahasa al-Qur’an itu adalah libâs yang artinya penutup. Jadi tidak ada pakaian kalau dia terbuka. Penutup ini bisa bermacam-macam, cincin merupakan pakaian karena cincin menutupi sebagian dari jari. Kalung juga merupakan pakaian karena menutupi bagian dari leher. Jadi segala hal yang menutup itu dapat dinamai libas (pakaian).

Muslimah

Pakaian punya banyak fungsi, tapi fungsi utamanya ialah untuk menutup. Boleh jadi dia menutup yang buruk, bisa menutup yang rawan, bisa juga dia menutup hal yang tidak buruk tetapi dia menutup sesuatu dalam rangka memperlihatkan keindahan.

Sebenarnya telinganya bagus-bagus saja, tapi dia tutupi sebagian telinganya dengan memakai anting, dalam rangka memperlihatkan keindahan.
Manusia, oleh ilmuwan dikatakan sudah ada di muka bumi sekitar 100.000 tahun yang lalu. Tapi manusia modern baru 40.000 tahun yang lalu. Ada makhluk yang berwujud seperti kita tapi belum berpakaian. Setelah terjadi perkembangan manusia modern (modernnya bukan 1.000-2.000 tahun) itu dia sudah berpakaian, kemudian datanglah setan (Menurut Al-Qur'an) merayu dia dan berakibat terbukalah apa yang tadinya tertutup. Jadi berarti jika terbuka apa yang tadinya tertutup, dia tadinya sudah berpakaian. Begitu terbuka, dia sadar bahwa "ada sesuatu yang harus saya tutupi".

QS. Al-A'raf/7: 22

وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ
"Dia lari-lari mencari daun baru dia tumpuk-tumpuk daun itu untuk menutupi apa yang terlihat dari badannya"
Kutipan Ayat:

دَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" 

Dia tidak katakan menutupi dengan satu daun, tapi bertumpuk-tumpuk jadi tidak transparan. Ini manusia modern yang pertama (Adam dan Hawa). Jadi sebenarnya yang buka-buka itu bukan modern.

Jika anda membeli makanan, apakah anda mencari yang terbuka atau tertutup?
Kenapa memilih yang tertutup? Karena ini lebih bersih, lebih terjamin dsb. Jadi begitulah lelaki, tidak mencari yang terbuka kalau dia ingin jadikan teman hidupnya yang permanen. Kecuali kalau dia ingin permainkan kamu, itu dia cari yang terbuka tapi bukan untuk menjadi pasangan selamanya. Ataupun untuk perempuan juga demikian.
Jadi istilah libas (pakaian) sudah ada sejak awal. Memang secara ilmiah orang boleh saja berkata, sebelum ini manusia belum menemukan pakaian, tapi dalam proses selanjutnya dia memakai pakaian, karena dia membutuhkan pakaian. Boleh jadi pakaiannya ketika itu belum yang terbuat dari cotton, boleh jadi terbuat dari kulit.

Pakaian dan Godaan Setan

Dua aspek ini sangat erat, semakin terpelihara seseorang dari rayuan setan maka semakin ia tutup apa yang rawan (aurat). Aurat itu sendiri artinya rawan, rawan jikalau terlihat, dilihat. Ditubuh manusia ada yang rawan untuk dilihat (aurat).

Kita dari segi masyarakat, dalam masyarakat kita kalau ada seorang yang terbuka-buka, ada bagian-bagian tubuh yang rawan (aurat). Rawan dalam pengertian luas, berarti kalau bagian yang rawan tersebut terbuka, ada yang terganggu.

Setiap aspek yang terbuka belum tentu ada aspek setannya, tidak semua. Ibu-ibu buka tangannya tidak ada aspek setannya, tidak semua. Setan juga pilih-pilih. Jadi tidak secara otomatis semua yang terbuka ada aspek setannya. Ada daerah-daerah bagian tubuh yang memang rawan (aurat) itu.

Fungsi Pakaian

Kenapa kita berpakaian? Dalam Al-Qur'an paling tidak ada empat fungsinya

QS. Al-A'raf/7: 26

أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا

Pakaian yang menutupi apa yang kamu anggap buruk dan hiasan
Kutipan Ayat

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. 

Fungsi pakaian untuk menutupi apa yang kamu anggap buruk (aurat) dan sebagai hiasan, dalam ayat ini disebutkan 2 fungsi pakaian.

  • Ada orang yang punya bekas cacar, menutupi bekas cacarnya (Fungsi pakaian untuk menutupi apa yang dianggap buruk)
  • Ada orang yang beruban, lalu menutup ubannya dengan memakai kerudung (jilbab) (Fungsi pakaian untuk menutupi apa yang dianggap buruk)

Fungsi kedua, sebagai hiasan. Agama membenarkan anda berhias.

Pernah suatu ketika, ada seorang perempuan menyodorkan surat kepada Nabi Muhammad dari belakang, Nabi tidak kenal, Nabi bertanya kepada Aisyah "Ini tangan lelaki atau tangan perempuan?"

Kata Aisyah, "Ini tangan perempuan wahai Nabi"

"Mbo' dia pake henna/kutek" (Supaya bisa dibedakan)
Apa yang kita anggap buruk, mungkin bagi setiap orang bisa berbeda-beda, tapi Agama punya ketentuan-ketentuan tentang apa yang buruk, yang rawan (aurat) yang perlu ditutup.


0 komentar

Posting Komentar