Menlu AS Sebut Situasi di Myanmar sebagai "Pembersihan Etnis"

Rex Tillerson

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengungkapkan keprihatinan mendalam atas operasi militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya. Ia menyebut operasi militer itu sebagai tindak pembersihan etnis. Ini adalah pertama kalinya Tillerson menggunakan istilah tersebut.

Pertempuran yang pecah antara pasukan keamanan Myanmar dengan militan Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, telah memaksa sebagian besar penduduk Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh. PBB memperkirakan bahwa lebih dari 620 ribu orang Rohingya telah melintasi perbatasan.

Rabu (22/11/2017),Tillerson merilis pernyataan yang mengkritik operasi militer Myanmar terhadap orang-orang Rohingya. Ia mengatakan bahwa situasi di kawasan utara negara bagian Rakhine merupakan tindak pembersihan etnis Rohingya.

Dengan menggunakan istilah ini, Tillerson tampaknya berupaya untuk mendesak keras pemerintah Myanmar dan militernya agar segera mengambil tindakan untuk memastikan kembalinya para pengungsi Rohingya ke negaranya.

0 komentar

Posting Komentar