Cerpen: Heroine - HadaCircle

14 April 2019

Cerpen: Heroine

Aku berharap bisa mengirim email ini kepadamu, aku harap semua email ini tidak akan berada di draft lebih lama lagi. huft, aku menyesal membuat semuanya kacau sampai saat ini. Aku sangat berharap bisa bertemu denganmu, kita berada di kota yang sama lalu apa yang membuatku merasa kita terpisah sangat jauh? Ya, semua kebodohanku, aku tahu. Namun, aku sangat berharap kita bisa bertemu di festival musim dingin nanti, aku tahu kamu tidak akan datang ke acara-acara seperti ini tanpaku, sebelumnya aku selalu berada disampingmu. Tapi sekali lagi, aku mohon datang ya? Ayo kita bertemu sekali lagi, aku mengirim email tersebut.

Cerpen: Heroine


Ini hari terakhir perkuliahan, aku belum online hari ini, aku khawatir emailku tidak dijawab. Tetapi, aku yakin dia masih mencintaiku sama seperti sebelumnya. Sesaat setelah mengaktifkan koneksi internet, beberapa email masuk, dan salah satunya darimu. Hanya ada jawaban "tentu", aku tak terasa meneteskan air mata, aku harus bergegas untuk besok. Aku akan bertemu dengan satu-satunya orang yang paling ku cintai.

Aku mengirimkan email balasan, aku akan ada di pusat informasi di acara besok, aku tunggu sampai aku bertemu kamu. Emailku tidak dijawab, tapi aku yakin dia telah membacanya dan akan menemuiku besok. Aku harus bersiap dan segera istirahat agar besok tidak terlambat, aku tidak mau membuatnya menunggu.

Ini sudah pagi, ya Tuhan semoga hari ini berjalan dengan baik, aku mencintainya.

Aku sampai di tujuan dan aku menunggu beberapa menit sampai suara yang sangat kukenal menyapa, iya itu dia, Adra.

"Assalaamualaikum Gita"

"Wa'alaikumussalam Adra"

Air mataku kembali tiba-tiba menetes, aku membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa memulai pembicaraan kembali dengannya. Dia hanya diam, sembari melihat-lihat keramaian festival. Kemudian aku bertekad untuk memperbaiki semuanya segera dan mulai berbicara.

"Adra, aku ingin berbicara panjang lebar, dengarkan ya?"

Adra tersenyum tanpa mengeluarkan satu katapun

Adra, selama ini aku belum sesuai dengan keseharianmu, namun sekarang di tempat ini, di bawah langit yang seakan putih dan salju di sekeliling kita aku yakin bahwa sebenarnya bukankah itu tak masalah? Aku yakin bahwa memang aku yang harusnya berubah dan menyesuaikan diri denganmu.

Maafkan aku yang seolah ingin menghilang, padahal aku sangat butuh Adra. Dan sekarang, kau ada di sampingku, aku merasakan perasaanmu sebesar ini kepadaku, maafkan aku untuk semua kebodohan yang telah ku buat, maaf telah jahat padamu selama ini.

Adra memperhatikan dan terlihat sangat peduli pada semua kalimat yang aku keluarkan, lalu menjawab.

"Iya", sembari tersenyum.

Lalu melanjutkan ucapan.

"Saljunya indah ya."

Adra, aku bahagia melihat kamu Adra tersenyum. Aku bahagia. 

"Iya, namun terasa sangat dingin disini, apa Gita tidak apa sedingin ini?"

"Tidak apa-apa, Adra. Aku bahagia karena bisa bersamamu sejak awal, dan ingin terus bersama Adra sampai kapanpun"

Dia terlihat sangat senang mendengar kalimatku kemudian berkata "Terimakasih". Baigiku, begitu saja sudah cukup tapi aku ingin kembali terus bersamamu seperti dulu dan terus jadi lebih baik.

Tanpa disadari segala di sekitarku terwarnai oleh putih, aku memperhatikan pemandangan ini beserta sosokmu, aku tidak ingin melupakan setiap hal tentangmu. Aku kembali berbicara.

"Sebenarnya, aku sering menulis pesan dan mencoba mengirimkannya kepadamu, tetapi pada akhirnya aku hanya menyimpannya karena keadaannya berubah karena apa yang telah kuperbuat. Adra adalah kekuatan dan kebaikan, aku mencintai kamu dan terus lebih besar. Bagaimana menurut Adra, apakah semua akan tetap sama?"

Pertanyaan itu muncul dan hatiku terasa sakit, aku mengingat semua kesalahan yang kuperbuat terlalu besar untuk dimaafkan olehmu.

"Aku tahu bagaimana cara menjawabnya, atau pun menghindarinya", Adra mula menanggapi pertanyaanku dengan nada rendah dan sedikit pelan, sambil sesekali menghela nafas.

Respon darinya menunjukkan bahwa keinginan kita sama, namun kau tetap merasa takut dia akan memilih untuk tidak kembali kepadaku. Aku terdiam, mataku berlinang sambil terus melihat  wajahnya. Lalu Adra melanjutkan kalimatnya.

"Selama ini aku selalu meyakinkan diriku bahwa kau adalah satu-satunya pendampingku seumur hidupku, Gita adalah istriku nantinya. Di setiap waktu dan setiap tempat aku selalu membayangkan kau ada disampingku."

Aku segera menyambut ucapan Adra dengan penuh kebahagiaan dan harapan.

"Ya Tuhan, Adra, terimakasih. Terimakasih telah mencintaiku, betapa bodohnya diriku. Setiap saat aku tak ingin kau bertemu dengan orang lain"

Adra menjawab kalimatku.

"Terimakasih telah mencintaiku juga, Gita. Aku datang ke tempat ini karena memang akulah satu-satunya yang akan menemanimu dan mengatakan "saljunya indah ya" kepadamu."
Kita mulai semuanya dari awal ya.

^_^




Characters:
Mahagita (Gita)
Hadratus (Adra)

Writer:
Humaedi Suhada (Medi)

Editor:
Shoji Duwi Sandini (Shoji)

Title:
Heroine (pendamping wanita/wanita yang paling dominan dalam teks cerita/wanita terbaik/srikandi)

Hak Cipta (c) Milik HadaCircle.com


#Storiette #Heroine #HumaediSuhada #MahagitaSuhada
#HadratusSuhada #ShojiDuwiSandini #HadaCircle #MediaNusantaraBerkemajuan
Comments


EmoticonEmoticon