Upaya Pemulihan Pariwisata Lombok Pasca Gempa Pada Aspek Komunikasi Pemasaran Pariwisata

ANALISIS UPAYA PEMERINTAH DALAM PEMULIHAN PARIWISATA LOMBOK PASCA GEMPA PADA ASPEK KOMUNIKASI PEMASARAN
(Wawancara dan Studi Pustaka terhadap Dinas Pariwisata Provinsi NTB)
Disusun untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Komunikasi Pemasaran Pariwisata

HALAMAN JUDUL|


Oleh :
Anindia Pratami Rosada (L1B016009)
Fitryani Srisanjaya (L1B016030)
Humaedi Suhada (L1B016032)
Lola Agustina Pratiwi (L1B016050)
Ni Kadek Dewi Rumaning Sari (L1B01060)
Rahayu Agustina (L1B016068)


KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS MATARAM
2019




PENDAHULUAN

Pada tanggal 5 agustus 2018 , gempa bumi dengan kekuatan 7.0 magnitudo yang terjadi di lombok banyak menimbulkan kerusakan, Khusus kerusakan alam dan trauma yang mendalam. Lombok telah terkenal dengan tempat wisata alam nya yang sangat indah dan berbagai adat juga budaya. Dari sektor pariwisata lombok telah menjadi tempat destinasi favorit khususnya 3 gili. Pasca gempa pemerintah menutup kunjungan wisatawan sementara berkunjung ke lombok agar mengantisipasi terjadinya gempa susulan yang akan terjadi, dan akan dibuka setelah penanganan gempa lombok selesai.
Pada Tahun 2019 dalam penyambutan tahun baru pemerintah lombok telah menyatakan lombok telah aman untuk di kunjungi wisatawan lagi dalam menyambut tahun 2019, Kini pemerintah sedang dalam tahap recovery dalam menggait wisatawan kembali berkunjung ke lombok dengan meningkatkan sektor pariwisata ,sehingga wisatawan akan tau bahwa lombok telah pulih,aman dan sebagai pilihan  tempat wisata favorit lagi.
Bagaimana pemerintah melakukan recovery pariwisata di lombok pasca gempa, dalam peningkatan wisatawan berkunjung ke lombok?
Untuk mengetahui strategi pemerintah dalam meningkatkan sekrot pariwisata di lombok dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Dapat mengetahui strategi yang digunakan dan dapat di praktikan dengan membantu kinerja pemrintah dalam recovery pariwisata di Lombok.


HASIL WAWANCARA DAN STUDI LITERATUR

Dinas Pariwisata NTB, Jln. langko No 70, pejeruk , Ampenan. Kota mataram. Kode pos 83114. NTB pada Kamis, 2 Mei 2019 pukul 09.00 – 10.20 WITA.
Adhi Yuliyanto, Bagian Pengembangan Destinasi, Dispar NTB
Kondisi  pasca gempa yang menimpa Lombok menimbulkan efek yang sangat terasa terutama bagi sektor pariwisata di Lombok yang merasakan dampaknya. Efek yang ditimbulkan meliputi beberapa aspek yaitu pertama pada aspek amenitas yang terkait dengan banyaknya industri, restoran, hotel swasta, tourism information center, jalan setapak milik pemerintah dan gedung pemerintahan yang abruk dan hancur. Kedua aspek aksestibilitas terkait dengan jalan, rusaknya jalanan dan dermaga menuju tempat wisata menjadi penghambat perjalanan, terakhir pada aspek atraksi yang berkaitan dengan efek yang dirasakan oleh wisatawan dan fasilitas untuk wisatawan seperti sunboat yang rusak
Melihat dari dampak yang telah ditimbulkan oleh gempa yang mengguncang Lombok tersebut Dinas Pariwisata NTB menempuh beberapa upaya untuk memulihkan kembali pariwisata di Lombok. Upaya yang  dilakukan pada bulan pertama atau 1 minggu setelah gempa percepatan pembangunan pembenahan dengan memfokuskan pada infrastruktur, seperti dengan membangun jembatan dan dermaga di Gili yang menggunakan dana anggaran dan bantuan dari kementrian, kemudian bekerjasama dengan industri (stakeholder) untuk membenahi hotel dan jalan setapak, yang mana industri dan stakeholder memperbaiki dibagian dalam dan dinas pariwisata NTB (pemerintah) membenahi dibagian luar atau jalan setapak didekat hotel-hotel yang rusak, Setelah sekitar 2 atau 3 bulan, perlahan-lahan memperbaiki infrastruktur berdasarkan anggaran yang ada selanjutnya melakukan trauma healing bagi para pegawai untuk mendorong pegawai segera bangkit dan bekerja kembali dan dapat dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya.
Dalam melakukan upaya-upaya tersebut tentu tidak berjalan dengan mulus karena pihak dari Dinas Pariwisata NTB mendapatkan kendala terutama pada sumber daya manusia (SDM) yang dijadikan sebagai operator masih trauma dan drop begitupun dengan sumber daya alam (SDA), keterbatasan dana karena gempa terjadi di pertengahan tahun sehingga dana anggaran dalam setahun telah berkurang dan terpakai diawal tahun, yang membuat pemerintah harus memikirkan bagaimana cara mendapatkan dana yang cukup untuk memperbaiki semuanya. Beruntungnya, pemerintah mendapatkan dana dari para donatur, dan lembaga-lembaga, kendala selanjutnya adanya informasi dari media, Satu sisi pemberitaan tentang gempa yang terjadi di Lombok menjadi positif karena media menginformasikan berita kepada dunia. Namun, di sisi lain menjadi bomerang ketakutan terhadap masyarakat dunia untuk berkunjung ke Lombok karena postingan yang ekstream dan overload dalam waktu yang cepat di media sosial. Sehingga pemerintah dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia pariwisata melakukan koordinasi dengan membuat hashtag salah satunya #Lombokbangkit dengan mengupload poto kegiatan-kegiatan positif  masyarakat pasca gempa. Dengan harapan bahwa dunia tahu bahwa Lombok sedang mengalami musibah namun mereka tidak berlama-lama meratapinya. Namun walaupun terkendala oleh hal-hal tersebut Dinas Pariwisata NTB patut untuk diberikan apresiasi karena telah berhasil melakukan upaya-upaya tersebut dalam kurun waktu 2-3 bulan.
Dinas pariwisata NTB masih tetap mengedepankan plan pembangunan diawal dan terus mengembangkannya. Seperti pada pembangunan destinasi-destinasi pariwisata, pembangunan camp di Kuta Mandalika dengan menjaga ketepatatan waktu dalam penyelesaian pembangunan, yang mana akan dijadikan sebagai tempat pelaksanaan MotoGP pada tahun 2021 mendatang, kemudian menjadi destinasi pariwisata halal terbaik di Indonesia sebagaimana telah dinobatkan oleh IMTI (Indonesian Muslim Traveler Indect). Kemudian segera membenahi diri, membuat branding image bahwa Lombok memang terpuruk tetapi tidak hancur dan segera move on atau berbenah.
Hal ini membuktikan bahwa seburuk-buruknya bencana tetapi jika didukung dengan respon positif dari masyarakat luar dengan sikap kepeduliannya yang tinggi terhadap pariwisata di Lombok maka Lombok pun akan bisa terus bangkit dan maju tentunya dengan perubahan yang besar.
Terkait dengan pemulihan Lombok pasca gempa kementrian pariwisata memiliki tiga tahapan dalam program Lombok bangkit yaitu pertama manusianya dengan melakukan trauma healing bagi masyarakat dan industri yang telah dilakukan oleh TNI dan POLRI, kemudian bagi industri diberikannya relaksasi dalam hal pengurangan bunga pinjaman. Kedua, pemulihan destinasi untuk diusulkan terlebih dahulu dengan mengirimkan surat melalui menteri perhubungan dengan tebusan ke menteri pariwisata. Ketiga, pemasaran. Dimana promosi-promosi terhadap destinasi pariwisata di Lombok tetap digencarkan karena anggran telah disiapkan sejumlah Rp. 20 miliar.
            Menteri pariwisata telah menertbitkan surat keputusan mengenai Tim Kerja Pemulihan destinasi dan promosi Lombok pasca gempa, serta adanya anggran untuk mengkoordinir dan mendukung usulan Lombok bangkit dari pemerintah daerah NTB dan industri pariwisata Lombok sehingga dapat mempercepat masa recovery destinasi pariwisata terdampak gempa dan tetap melakukan promosi pariwisata bagi destinasi yang tidak terdampak di Lombok.
Selain itu kementerian pariwisata juga telah melakukan standar mitigasi bencana dari tahapan tanggap darurat, tahapan rehabilitasi, dan  tahapan normalisasi, dimana dalam setiap tahapan tersebut kemenpar telah melakukan aktivitasi Tim Crisis Center. Kemudian disediakannya pelayanan informasi dan layanan wisatawan guna mengembalikan kepercayaan industri pariwisata dan melakukan upaya pemulihan.
Dalam tahapan rehabilitasi kementrian pariwisata melakukan identifikasi terhadap dampak publikasi atau promosi bagi pariwisata yang tidak terdampak, kemudian dalam tahap recovery akan dilakukan suatu perhitungan dampak krisis, dan menyelenggarakan kegiatan berkanca nasional maupun internasional, serta terus melakukan promosi pariwisata.
Gempa bumi di Lombok membuat pariwisata Lombok berpotensi kehilangan wisatawan asing sebesar 100 ribu orang. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sebesar USS100 Juta. Masa pemulihan Lombok berlangsung selama 6 bulan.
Setelah masa pemulihan Lombok berakhir, proyeksi pariwisata Lombok Sumbawa untuk 1 tahun kedepan ialah  meningkatkan jumlah target wisatawan sebesar 4 juta wisatawan pada tahun 2019 dengan  meningkatkan konektivitas penerbangan ke Lombok. Kemudian banyak  menyelenggarakan agenda atau festival wisata dengan mengusung tema “The Spirit Of Lombok Sumbawa”, yang mana akan ada 18 event pariwisata yang akan diselenggarakan pada tahun 2019 dan empat diantaranya termasuk kedalam TOP 100 Ca lender of Event (CoE) Pariwisata Nasional 2019.

REFERENSI

https://economy.okezone.com/read/2018/12/30/320/1997704/pascagempa-lombok-targetkan-4-juta-wisatawan-pada-2019 diunduh pada 30 April 2019 pada 12.02 WITA
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180831153048-269-326571/tiga-langkah-kemenpar-pulihkan-pariwisata-lombok diunduh pada 30 April 2019 pada 12.13 WITA


LAMPIRAN

  1. Dokumentasi Kegiatan:
    1. Rekaman Wawancara: https://bit.ly/rekamankompar
    2. Foto:



Editor: Shoji Duwi Sandini, Humaedi Suhada.

0 komentar

Posting Komentar